The Host – Sang Pengelana – Stephanie Meyer

Judul : The Host – Sang Pengelana
Penulis: Stephanie Meyer
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 776 Halaman
Sinopsis:

Melanie Stryder menolak dilenyapkan.

Bumi dikuasai musuh tak kasatmata dan manusia dijadikan inang oleh para penguasa ini. Otak mereka diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupannya yang lama, seolah-olah tak ada yang berubah.

Ketika Melanie tertangkap, tubuhnya diberikan kepada Wanderer, sang “jiwa” pengelana yang menjadi penguasa barunya. Wanderer telah diperingatkan mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapinya dengan hidup dalam inang manusia: luapan emosi, perasaan yang melimpah, dan ingatan yang teramat kental. Namun ada satu yang tak pernah dibayangkan Wanderer: penguasa lama tubuh ini—Melanie Stryder—menolak menyerahkan benaknya sepenuhnya.

Wanderer menyelidiki pikiran-pikiran Melanie, berharap mengetahui di mana keberadaan segelintir manusia yang masih bersembunyi. Namun tanpa disadarinya, Melanie malah memenuhi pikiran Wanderer dengan sosok Jared, laki-laki yang dicintainya dan masih hidup dalam persembunyian. Perlahan namun pasti, Wanderer mulai mendambakan dan menginginkan Jared, dan bersama Melanie ia memutuskan untuk memulai perjalanan panjang mencari laki-laki yang sama-sama mereka cintai itu.

The Host_Stephanie Meyer779 Halaman… tebal benar, itulah yang ada dalam benak saya ketika saya membelinya pertama kali. Ketika membeli buku ini (wah sudah 4 atau 5 tahun lamanya) saya hanya melihat nama Stephanie Meyer, maklum, waktu itu saya juga dilanda demam Twilight. Tapi entah bagaimana, akhirnya saya letakan buku ini setelah membaca 1 bab saja.. mungkin terlalu aneh bagi saya waktu itu? atau terlalu berat? Entahlah.. yang pasti, setelah 5 tahun berlalu, saya mencoba membaca buku ini lagi dan…. ternyata ceritanya sangat menarik😀

Diceritakan pergulatan seorang jiwa- Wanderer dan manusia – Melanie dia tempati sebagai tubuh barunya dan bagaimana akhirnya mereka bisa berteman dan bekerja sama untuk mencari teman-teman Melanie. Di mana hubungan jiwa dan manusia sebenarnya juga kurang bagus – tidak heran, karena manusia menganggap jiwa-jiwa ini mencuri kehidupan mereka. Konflik mulai berdatangan ketika Wanderer (dan Melanie yang masih ada di tubuhnya) bertemu dengan teman-teman manusia Melanie. Pro dan kontra terbentuk dan terjadi, cerita buku ini kebanyakan berkisah antara : pencarian teman-teman Melanie dan kehidupan di gua bersama teman-teman Melanie.

Kisah cinta pun tak lupa menghiasi buku ini, Melanie sebagai pemilik tubuh asli memiliki perasaan dan ingatan akan cintanya pada Jared – yang akhirnya Wanderer pun merasakan hal yang sama. Namun lambat laun, hadirlah sosok Ian di dalam benak Wanderer walau dia tidak secepat itu menyadari arti perasaan yang dimilikinya. Bagaimanakah satu tubuh yang dihuni dua jiwa berbeda dapat mencintai dan dicintai orang yang berbeda?

Sekali lagi, kisahnya menarik. Hanya sampai ¾ bagian buku ini.. selebihnya – pada saat mendekati akhir – kisahnya kurang begitu ‘seru’, namun hanya mendatar saja. apalagi akhir kisah buku ini, seakan saat kita membaca buku ini, kita tidak sedang menaiki roller coaster – sangat kontras dengan awal-awal kisah buku ini. dan, satu lagi.. pada saat membaca The Host, sedikit lebih saya kembali memikirkan Twilight. Kenapaaa? Karena cinta segitiga dan persaingan antara Jared dan Ian hampir-hampir mirip dengan versi Edward dan Jacob di kisah Twilight ketiga. Yah.. mungkin karena pengarangnya sama, jadi gaya romantismenya pun hampir sama..

Apakah Novel ini WAJIB beli..? ng… yah.. sejujurnya sih tidak terlalu. Tapi jika Anda menyukai novel petualangan-petualangan, novel ini bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk dilahap😀 hanya saja, jika Anda masih menyukai kisah-kisah romantisme yang ringan, agaknya buku ini bisa membuat Anda bosan. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba! Selamat membaca

Categories: Fiksi - Terjemahan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Size 14 is Not Fat Either – Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk – Meg Cabot

Judul : Size 14 is Not Fat Either
Penulis : Meg Cabot
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 400 Halaman
Sinopsis :

Mantan bintang pop Heather Wells telah berhasil membiasakan diri dengan kehidupan barunya sebagai asisten direktur asrama di New York College, karier yang tidak memaksa tubuh ukuran rata-ratanya dengan busana mini. Dia bahkan bisa menerima dengan baik rencana pernikahan mantan pacarnya yang selebriti. Tapi jelas dia menghadapi kesulitan saat berurusan dengan masalah di daput kafetaria asrama, tempat seorang pemandu sorak kehilangan kepalanya, pada hari pertama semester dimulai.

Dikelilingi mahasiswa yang histeris – dengan ayah mantan narapidana yang tiba-tiba muncul dan mantan pacar yang menghujaninya dengan telepon yang tak diinginkannya – Heather menyambut kesempatan untuk menjadi detektif.. lagi. jika kesibukan itu bisa mengalihkan pikirannya dari masalah pribadi – dan menyatukannya kembali dengan detektif swasta tampan pemilik rumah batu-pasir tempatnya tinggal – tidak ada masalah. Tapi jejak pembunuhan itu membawa dia memasuki dunia gelap. Dan jika tidak berhati-hati melangkah, tak lama lagi dia akan menyanyikan lagu kematiannya sendiri.

Size 14 is not fat either - Meg CabotTidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan satu buku ini, mungkin dikarenakan alurnya yang mudah dicerna dan cara penyampaian yang santai. Buku ini adalah kelanjutan dari Size 12 is not Fat, merupakan buku dengan genre misteri yang dikemas dengan nuansa yang tidak begitu mengerikan / menegangkan.

Cerita bermula ketika Heather masuk kerja di hari pertama semester untuk mendapati bahwa ada kepala pemandu sorak yang diletakan di dapur kafetaria di gedung tinggal tempatnya bekerja. Awalnya sih Heather – yang sudah diwanti-wanti berbagai pihak – tidak ingin mencampuri urusan pembunuhan ini seperti episode sebelumnya. Tapi dikarenakan instingnya yang boleh dikatakan lebih tajam daripada detektif-detektif yang menangani kasus ini, nekadlah Heather untuk menyelidikinya sendiri. Belum lagi dibumbui dengan kedatangan ayahnya yang sudah bebas dari penjara dan menumpang pula di rumah Cooper. Dan jangan lupa dengan kisah cinta satu sisi yang dipendam Heather untuk Cooper!

Kisah yang bagus dan diakhiri dengan bagus pula, dengan kedatangan tokoh baru yang bisa membuat kita penasaran dengan bagaimana akhir percintaan Heather, bisakah dia bersatu dengan Cooper atau justru orang lain? Sangat khas meg cabot untuk menyelinginya dengan humor-humor ringan dan membawa kisah misteri menjadi kisah yang mungkin bisa disukai penggemar novel romantis – yang sebelumnya tidak menyukai novel misteri. Namun jika Anda membaca buku ini dengan harapan akan menemukan kisah pembunuhan yang menegangkan dan penuh intrik seperti Agatha Christie, maka buku ini tidak cocok untuk Anda. Tapi tidak masalah, coba saja baca buku ini, siapa tahu Anda menemukan ketertarikan lain dengan membaca novel misteri yang berbeda pada umumnya!😀

Categories: Chicklit - Terjemahan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

OOT – Tribute to Paul Walker

Udah pada nonton Furious7? Film seri ke tujuh dari Fast & Furious ini benar-benar terasa berbeda.. tidak hanya efek yang dibuat wow dan musuh yang lebih kuat lagi, yang bikin beda kali ini ya di bagian akhir film nya tuh..

Ngga terasa Paul Walker udah 2 tahun meninggal dunia, masih berasa banget kayak baru kemarin aja T.T. Yang bikin lebih berasa, kalau menurut saya, karena saya sudah lihat film ini mulai dari saya masih SMP (dan sekarang udah 4 tahun semenjak saya lulus kuliah), benar-benar melalui masa remaja dengan film kebut-kebutan a la Dom dan Brian. AMAZING! Entah kapan bisa move on dari ending film ini.. jarang-jarang padahal kalo saya meneteskan air mata waktu nonton film balapan😀

Berikut sedikit tribute untuk Paul Walker, semoga Anda bisa suka🙂

NB : untuk kupas mengupas novel yang lain ditunggu segera yaaah❤

Categories: OOT | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

The Nanny Diaries – Buku Harian Nanny – Emma McLaughlin & Nicola Kraus

Judul : The Nannies Diaries
Penulis : Emma McLaughlin & Nicola Kraus
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 408 Halaman
Sinopsis :

The Nanny Diaries - Emma McLaughli & Nicola KrausNanny, mahasiswa NYU sekaligus nanny extraordinaire, menerima pekerjaan mengasuk Grayer, 4 tahun, anak tunggal keluarga X yang kaya raya. Dalam waktu singkat ia mempelajari seni membesarkan anak dan menyenangkan istri gaya Park Avenue yang tidak bekerja, tidak memasak, dan tidak membesarkan anak. Mrs. X pada mulanya tampak cukup berakal sehat, namun dengan segera menunjukkan wajah aslinya sebagai pusaran ketegangan berbalut Prada, yang menganggap anak tak lebih dari simbol status. Mr. X juga sama buruknya : jarang muncul maupun kedengaran suaranya, terlalu sibuk mengurusi bisnis merger dan kekasih gelap.

Nan terperangkap dalam pekerjaan berupah rendah dan jam kerja tak menentu, dalam permainan kekuasaan dan dusta yang mewarnai kehidupan pahit keluarga X. Namun ia tak sanggup meninggalkan pekerjaan itu karena terlanjut jatuh sayang pada Grayer.

Ketika pernikahan pasangan X berada di ujung tanduk, Nanny harus berupaya menjaga kewarasan Grayer dan akal sehatnya sendiri di antara tugas menyiapkan makanan berbahasa asing, kursus bahasa Prancis, dan pelajaran bahasa Latin.

Kita sering kali terpesona dengan kemilau gaya hidup orang kaya yang ditampilkan dalam sebuah novel atau film-film di televisi. Mereka digambarkan keren, kaya, bahagia. Namun tidak begitu jika Anda melihatnya dari sisi seorang babby sitter (Nanny) di keluarga kaya yang melihat bagaimana suami Mrs. X yang tidak benar-benar menjadi seorang bapak di dalam keluarga. Terlebih bagaimana Mrs. X tidak terlalu mengasihi anaknya selayaknya seorang ibu, tapi lebih mengasihi anaknya selayaknya seorang sosialita.

Cerita yang cukup menarik. Tapi jika Anda mengharapkan romantisme dan kemilau-kemilau hidup orang kaya, Anda tidak bisa mendapatkannya di buku ini. Namun, tidak ada salahnya jika sekali-kali Anda mengubah tipe buku Anda dan mencoba membaca kisah ini. entah fiksi entah diilhami kisah nyata, buku ini juga memberikan pelajaran (dengan contoh yang cukup ekstrem) kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anaknya.

Novel ini juga sudah dibuat filmnya. Tetapi, jika sebelum-sebelumnya saya lebih suka membaca novel aslinya daripada melihat filmnya, untuk yang kali ini saya merasa filmnya lebih bagus daripada novelnya, terlebih bagian akhir dari cerita ini. Anda sudah membaca novelnya? Coba tonton filmnya😉 mungkin saja Anda memiliki pendapat yang lain.

Secara garis besar, novel ini boleh-boleh saja dibaca, namun, seperti yang saya jelaskan di awal, jangan mengharapkan kisah romantisme dan kemilau gaya hidup yang membahagiakan, karena Anda bisa jadi depresi saat membaca cerita ini😀

Categories: Chicklit, Chicklit - Terjemahan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

The False Prince – Jennifer A Nielsen

Judul : The False Prince Penulis : Jennifer A Nielsen Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tebal : 392 Halaman Sinopsis :

Empat anak laki-laki diculik. Empat anak yang penampilannya amat sangat mirip.

Sage, salah satu di antara mereka, membongkar fakta di balik penculikan itu – bahwa ada yang akan dipilih untuk berperan menjadi pangeran yang hilang – ia tahu bahaya sekarang menghadang.

Sage sadar hanya ada satu cara supaya ia bisa bertahan dalam permainan penuh kebohongan dan kelicikan ini.

Ia harus menjadi sang pangeran.. atau ia akan dibunuh

The False Prince - Jennifer A Nielsen

The False Prince – Jennifer A Nielsen

Sudah cukup lama sejak saja lebih memilih membeli buku-buku romantis ketimbang genre lainnya, sehingga saya lupa bagaimana rasanya membaca sebuah buku dengan genre action medieval (yah.. asal sebut nama genre sih, bagi yang tahu genre yang tepat untuk ini mohon info :D). Tapi beberapa minggu yang lalu saya menyempatkan diri mengunjungi sebuah toko buku (di kota saya, Surabaya) yang sedang memberikan discount 30% untuk semua buku-bukunya! Dua pilihan pertama jatuh pada novel historical romance (yang sedang saya minati akhir-akhir ini, karena cover-covernya yang cantik-cantik hehehe:p), akhirnya saat mendekati kasir, saya berpikir, kalau saya hanya beli 2 buku, rugi dong ah. Singkat cerita, saya memutuskan membeli satu buku di jajaran New Arrival, dan pilihan jatuh pada “The False Prince” karena : kayaknya seru. Kemudian setelah beberapa hari, dan akhirnya saya punya waktu untuk membacanya, saya tercengang dengan alur cerita yang disampaikan oleh penulis. Saya benar-benar tidak rugi membeli buku ini. Kenangan saya saat membaca novel-novel penuh intrik seperti ini mulai bertumbuh kembali. aku rasa aku tahu novel jenis apa yang akan masuk keranjang belanjaku ketika memborong novel di kemudian hari (lupakan novel romantis atau historical romance, ada genre yang lebih menarik perhatianku!)

Cerita novel ini dimulai dengan sudut pandang seorang Sage, seorang anak yatim piatu yang ahli mencuri dan sangat cerdas. Dia dibawa dari panti asuhan bersama dengan beberapa anak yatim piatu lainnya, yang memiliki kurang lebih kesamaan dengannya (yap, bisa dibaca sendiri dari bagian belakang novel). Perlahan-lahan tujuan penculikan mereka terlihat jelas. Mereka dilatih dan dididik agar semirip mungkin dengan pangeran yang hilang – Jaron. Pemberontakan yang dilakukan Sage selama masa “karantina” menjadi alur sendiri dalam plot yang menegaskan karakter dari Sage. Perjalanan menjadi seorang pangeran tidaklah mudah, ditemani dengan Tobias dan Rogen yang masing-masing dari mereka bertekad menjadi pangeran. Tobias yang pintar membaca, gemar belajar, serta Rogen yang kuat dan pantang menyerah, akan menjadi saingan sendiri bagi Sage. Mereka sama-sama tidak ingin kalah, karena mereka melihat dengan mata sendiri, apa yang terjadi dengan satu anak yatim piatu yang mengundurkan diri. Tidak ada yang boleh tahu rencana Conner mengumpulkan anak panti asuhan ini, karena ini merupakan suatu pengkhianatan bagi negara. Jadi, bisa bayangkan sendiri kan apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang tidak dipilih Conner untuk menjadi pangerannya? \

Novel ini seru, SANGAT SERU. Biasanya saya membutuhkan waktu beberapa hari untuk membaca novel – karena kesibukan dan lain sebagainya. Tapi saya sedikit bersyukur saya agak sakit waktu itu, sehingga saya memiliki waktu lebih untuk duduk beristirahat dan membaca – benar-benar bersyukur walau cukup menderita sebenarnya😀. Dalam satu hari saya menyelesaikan membaca buku ini. Mata seakan tidak ingin lepas dan ingin terus membaca. Ceritanya cukup susah diduga – kecuali Anda memutuskan melompat ke bagian akhir karena penasaran seperti saya! Alurnya tidak membingungkan sehingga para pembaca bisa terus membaca tanpa perlu membalik lagi halaman sebelumnya. Di akhir novel, dari cara penulis menutup ceritanya, saya jadi penasaran apakah buku ini termasuk buku-buku trilogi lainnya, dan ternyata saya benar. Saya search di Google dan menemukan bahwa buku ini akan ada 3 seri dalam versi aslinya berbahasa Inggris..

Well, buku yang patut ditunggu kelanjutannya! Yah.. asalkan kelanjutan novel ini tidak ‘degradasi’ dan mengecewakan seperti lanjutan Twilight SAGA, tapi tetap mempertahankan cerita yang kuat dan tidak lemah dengan melebihkan sisi romantisme. Sepertinya saya harus cukup bersabar untuk menunggu kelanjutannya, ATAU membeli versi Inggrisnya, kita lihat saja nanti😉

Categories: Fiksi, Fiksi - Terjemahan, Fiksi WAJIB BELI | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

What Happens in London – Julia Quinn

Judul : What Happens in London
Penulis : Julia Quinn
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 440  Halaman
Sinopsis :

Sir Harry Valentine bekerja untuk Kantor Urusan Perang, menerjemahkan dokumen-dokumen yang sangat vital bagi keamanan nasional. Ia memang bukan mata-mata, tapi sangat mampu dan terlatih melakukan tugas tersebut, terutama dengan pengalamannya sebagai tentara selama bertahun-tahun. Jadi ketika ada gadis pirang cantik yang memperhatikannya dari jendela di rumah seberang, Harry langsung curiga.

Tetapi setelah memutuskan gadis itu hanyalah debutan yang penasaran, Harry malah menemukan fakta baru: bahwa gadis itu—Lady Olivia Bevelstoke—mungkin bertunangan dengan pangeran dari negara asing, yang mungkin punya rencana jahat terhadap Inggris. Dan ketika ditugaskan memata-matai Olivia, Harry menyadari mungkin malah dirinya yang jatuh cinta…

Julia Quinn - What Happens in LondonSaya suka cerita-cerita yang dibawakan oleh Julia Quinn, tema-tema historical romance nya tidak terlalu mengumbar hal-hal berbau seksual, tapi lebih memprioritaskan suasana romantis yang manis. Seperti pada buku kali ini yang mampu membawa kita merasakan betapa menyenangkannya kisah cinta dari Olivia dan Harry, yang walaupun dimulai dengan pembukaan yang cukup “umum”, yaitu kedua tokoh utama ini saling membenci.

Sir Harry merupakan tetangga Lady Olivia yang cukup misterius dengan pekerjaannya yang tak kalah misteriusnya. Hal ini membuat Lady Olivia merasa penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh Sir Harry, itulah sebabnya dia memata-matai Sir Harry secara sembunyi-sembunyi – walau sebenarnya Sir Harry menyadari hal itu. Konflik bertambah (namun tidak terlalu “panas”) ketika Sir Harry mendapatkan pesaing, tak hanya seorang pangeran, tapi juga seseorang yang sangat menyebalkan dan kekanak-kanakan, setidaknya itulah yang saya tangkap dari cara penggambarang sang tokoh.

Cerita ini berakhir manis, tentu saja, dengan bersatunya Lady Olivia dan Sir Harry. Tapi agaknya konflik penutupnya kurang menggigit. Sang pangeran melepaskan Lady Olivia semudah itu – jika mengingat sifat-sifat yang digambarkan untuk Sang Pangeran, hal itu sangatlah aneh (setidaknya aneh buat saya). Ataukah mungkin saya lebih mengharapkan adanya sedikit pertumpahan darah? Yah.. ada kok sedikit pertumpahan darah mendekati akhir cerita, tapi saya tidak boleh bilang gara-gara apa bukan? Atau seluruh pembaca blog ini akan membenci saya karena membocorkan bagian-bagian penting di akhir cerita *wink.

Novel ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang karena pembawaannya yang dapat mengalir dengan santai dan tidak terlalu rumit, sehingga kita bisa sesekali meninggalkannya tanpa perlu mengulang beberapa lembar ke belakang untuk mengingat kembali cerita yang sudah kita baca.

Categories: Historical Romance | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Evil Under The Sun – Agatha Christie

Judul : Evil Under The Sun – Pembunuhan di Teluk Pixy
Penulis : Agatha Christie
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 288 Halaman
Sinopsis :

Arlena Marshall yang bertubuh menggiurkan, berwajah cantik, dan berambut tebal merah menyala tampak sangat mencolok di antara para penghuni Hotel Jolly Roger di Pulau Penyelundup..

Beberapa hari kemudian ia ditemukan tewas tercekik di salah satu pantai pulau itu.

Siapakah yang telah membunuh Arlena si perayu? Apakah suaminya yang angkuh dan pendiam, yang mengetahui bahwa istrinya telah berzinah? Ataukah anak tirinya yang aneh, yang membuat boneka lilin berwajah Arlenah dan menancapinya dengan peniti? Ataukah si orang danatik dengan agamanya yang merasa batinnya tersiksa karena keccantikan Arlena? Atau si pemuda tampan, yang mencintainya dengan begitu terang-terangan? Atau, barangkali salah satu wanita yang mempunyai – atau mengira mempunyai – alasan untuk menghendaki kematian Arlena?

Hercule Poirot, yang sedang berlibur di tempat tragedi ini terjadi, bersedia mengorbankan liburnya untuk mencoba mengungkap kasus yang membingungkan ini.

Novel Agatha Christie - Evil Under The Sun (Pembunuhan di Teluk Pixie)

Novel Agatha Christie – Evil Under The Sun (Pembunuhan di Teluk Pixie)

Sudah sangat lama sejak terakhir kalinya aku membaca buku Agatha Christie. Bahkan sebelumnya aku memiliki 2 novel Agatha Christie yang sama sekali belum kubaca, hingga suatu saat aku mengunjungi sebuah toko buku dan melihat kalau sampul novel-novel Agatha Christie sudah berubah lagi untuk kesekian kalinya. Barulah saya teringat, saya belum membaca dua novelnya. Padahal jika diamati, tampaknya sampul novel sudah berganti dua kali sejak aku membeli novel Agatha Christie bertahun-tahun yang lalu. Singkat kata, aku memutuskan untuk membacanya.

Gaya penulisannya sangat kuno. Seakan mendengarkan sesepuh-sesepuh kita yang sedang berbicara. Anda akan mendapati kalimat “yang disebutkan belakangan menjawab..” dan lain sebagainya. Sangat lama jika kita bandingkan dengan penulisan jaman sekarang. Entah karena novel yang saya miliki tergolong terbitan yang agak “tua” atau memang pihak penerbit membiarkan gaya penulisannya sama seperti zaman Agatha Christie masih menulis novel-novelnya – dan saya lebih suka kemungkinan yang terakhir.

Cerita dimulai ketika beberapa orang tokoh utama – yang nantinya sebagian besar dari mereka akan berhubungan dengan pembunuhan – sama-sama berbincang-bincang di pantai sembari mengamati pemandangan di sana. Lalu dijelaskan bagaimana Arlena (si korban) dapat menarik hati kaum lelaki dengan mudahnya, termasuk Patrick Redfren yang sebenarnya sudah memiliki istri.

Para pembaca – seperti aku, kurasa – akan mendapati novel ini cukup mencekam – walau tidak terlalu. Karena novel ini dihiasi pula dengan sisi kisah cinta seperti sinetron (walaupun sedikit) yang dapat menurunkan tingkat “kengerian” novel misteri pada umumnya. Dan perlahan-lahan disisipi kisah kecil lain yang berhubungan dengan masing-masing tokoh dalam cerita.

Novel ini juga menjelaskan terlebih dahulu masing-masing tokoh yang terlibat beserta garis besar sifat atau latar belakang mereka. Sehingga jika tiba-tiba kita kebingungan, siapa itu si-A atau si-B, kita bisa membalik halaman paling depan dan kembali melanjutkan cerita.

Secara garis besar, novel ini cukup menarik. Layaknya novel-novel detektif lain, pengarang menentukan pembunuh yang tidak terduga. Tapi agaknya cerita novel ini (seperti yang saya katakan barusan) kurang mencekam. Namun, jika Anda penyuka cerita detektif yang tidak terlalu berat, novel ini cocok untuk Anda baca. Selamat membaca!

Categories: Fiksi, Fiksi - Misteri | Tags: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Salem Falls – Jodie Picoult

Judul : Salem Falls
Penulis : Jodi Picoult
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 584 Halaman
Sinopsis :

Jack St. Bride adalah guru dan pelatih sepak bola di sekolah khusus putri, hingga tuduhan penyerangan seksual terlontar dan membuat Jack harus dipenjara dan kehilangan segalanya. Kini dalam usaha memulai hidup barunya, Jack pindah ke kota kecil Salem Falls, New England.

Di Salem Falls, Jack bertemu dengan Addie Peabody dan bekerja sebagai pencuci piring di restoran milik wanita itu. perlahan-lahan hubungan yang lebih akrab pun terbentuk di antara mereka. Ketika Jack merasa hidupnya sudah membaik, sekelompok remaja putri penggemar ilmu tenung membuat dunia Jack kacau-balau dengan tuduhan yang sama.

Kota kecil Salem Falls yang tenag kini terguncang ketika satu demi satu rahasia terungkap dan kebenaran menjadi sesuatu yang harus dibuktikan

Salem Falls - Jodie PicoultButuh waktu sekitar 2-3 tahun bagiku untuk mulai membaca novel ini. Mengapa??? Yah.. sebenarnya saya membeli novel ini, jujur saja, di antara setumpuk buku obralan Gramedia lainnya. Dan berapa harganya? 10.000 doang! Kurang lebih 1/5 harga novel standar Gramedia versi baru dengan ketebalan halaman yang hampir sama (atau mungkin harganya bisa lebih murah dari itu). itulah yang membawa saya tertarik untuk membeli bukunya, juga karena saya cukup mengagumi karya Jodi Picoult dari 2 karyanya yang sebelumnya pernah saya baca (Vanishing Act dan My Sister’s Keeper). Tapi sesampainya di rumah, bukannya malah menggebu-gebu membacanya, saya justru menyimpannya di lemari, di deretan buku-buku baru bersegel yang sama sekali belum saya sentuh. Alasannya mudah saja : buku yang sampai diobral 10.000 rupiah, apa bagusnya sih? Tunggu aja waktu luang baru aku baca novel itu. yap, tibalah beberapa tahun kemudian.

Ok, sudah cukup curhat kecil tentang sejarah kepemilikan saya atas novel ini. Kita kembali ke topik, alias mengupas novel ini. Layaknya ciri khas Jodie (yang dapat saya simpulkan setelah membaca 3 karyanya), ceritanya menggunakan cukup banyak sudut pandang orang lain dan alurnya maju mundur. Dibutuhkan ketangkasan menulis yang luar biasa sehingga ceritanya bisa dikemas dengan utuh dan tidak membingungkan – setidaknya tidak terlalu membingungkan sampai saya malas membacanya.

Sudut cerita yang menggambarkan bagaimana Jack berjuang untuk menyatakan bahwa dirinya benar-benar tidak bersalah, bagaimana Adie harus melepas kenyataan pahit bahwa anaknya memang benar-benar tidak akan pernah kembali, bagaimana masa kelam Adie ternyata berhubungan dengan orang-orang penting di Salem Falls, hingga (yang cukup mengejutkan bagiku) hubungan terlarang antara anak dan ayah dari orang penting di Salem Falls – yang tidak dibeberkan secara langsung di dalam buku ini.

Tiap halaman, tiap lembar memiliki cerita berbeda, walaupun kita membacanya dengan melompat-lompati bab-babnya, aku yakin kita masih bisa mengerti inti ceritanya. Ceritanya tidak setebal halamannya, alias kita bahkan tidak akan menyadari kalau novel yang kita baca halamannya lebih dari 500 halaman! Sangat seru. Jodi tidak perlu memberikan kalimat misterius di tiap akhir babnya untuk membuat pembacanya (dalam hal ini, saya) penasaran dan ingin terus membaca kelanjutannya, seakan ingin tahu intrik apakah yang hendak disampaikan Jodie selanjutnya.

Satu saran saya yang benar-benar harus dipertimbangkan, novel ini sangat TIDAK cocok untuk dibaca remaja GALAU / LABIL, karena novel ini menceritakan beberapa sudut pandang tentang ilmu tenung, atau yang boleh saya samakan sedikit dengan ilmu kedukunan, saya khawatir remaja-remaja galau bukannya melihat sudut pandang yang baik, tapi menjadi penasaran untuk mempraktikan ilmu itu di kehidupan sehari-hari. But this novel is really amazing! Saya benar-benar tak habis pikir, 10.000 rupiah! Benar-benar gila..

Kesimpulannya? SANGAT disarankan untuk orang-orang dewasa! selamat membaca! (dan kalau Anda beruntung, Anda masih bisa mendapati novel ini di keranjang-keranjang diskon – berharap tidak ada salahnya kan?)

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Rage of Passion – Hasrat dan Cinta

Judul : Rage of Passion (Hasrat dan Cinta)
Penulis : Diana Palmer
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 Halaman
Tahun Hak Cipta : 1987
Sinopsis :

Maggie Turner membutuhkan tempat untuk melarikan diri dari ancaman mantan suaminya, tempat putrinya bisa merasa aman, dan untuk menyembuhkan luka-luka hati mereka. Ketika mereka diundang berlibur ke peternakan ibu baptis Maggie di kota kecil di Texas, ia menerimanya dengan senang hati. Namun kegembiraannya diwarnai setitik rasa waswas karena ia akan bertemu lagi dengan Gabriel Coleman, putra ibu baptisnya.

Seperti halnya sepuluh tahun lalu, Gabe masih blakblakan, kasar, dan dingin – tapi juga masih memesona. Maggie pikir pernikahan telah melenyapkan hasratnya, melumpuhkan hatinya dan menumpulkan indranya. Tetapi pertemuannya dengan Gabe kali ini menghapus semua pikiran itu, serta membuka matanya terhadap hasrat dan cinta yang sesungguhnya.

Diana PalmerLayaknya cerita Harlequin pada umumnya, sang wanita digambarkan rapuh, padahal sebenarnya kuat, dan sang pria digambarkan selalu sempurna – walau sesekali disebutkan dia tidak tampan. Membosankan bukan? Tapi setelah kulihat kembali tahun hak cipta buku ini, saya cukup memanggut-manggutkan kepala, saya menjadi tahu mengapa cerita buku ini tidak terlalu mengena dalam hati saya, tahun buku ini diterbitkan pertama kali adalah 1987, pantas saja, eranya begitu berbeda dengan saya. Tapi cara penulisan buku ini tidak terlalu membuat buku ini terkesan kuno, bahkan saya dengan mudahnya membayangkan setting jaman sekarang sebagai latarnya. Atau mungkin hal itu berkat kejeniusan editornya?

Maggie Turner menyimpan segudang trauma karena mantan suaminya yang ternyata hanya mengejar hartanya. Hingga mereka sudah bercerai pun, mantan suaminya masih membayang-bayangi diri Maggie, mantan suaminya bermaksud mengambil hak asuh anak mereka agar mantan suaminya dapat menguasai semua dana perwalian dari anak Maggie, Becky, yang diwariskan orang tua Maggie yang kaya raya. Di sinilah awal mulanya bagaimana Maggie akhirnya dapat bertemu dengan Gabe yang sudah lama dia kagumi.

Cerita di awal-awal halaman novel ini cukup menarik, sesekali saya merasa tersentuh karenanya. Tapi begitu ketertarikan antara kedua tokoh utama, Maggie dan Gabe, terungkap, banyak sekali adegan seksual serta deskripsi berbau seksual yang ditonjolkan di dalamnya, membuat saya sedikit berpikir “mana menariknya?”. Memang benar, Harlequin sudah dikenal sebagai novel dewasa dengan adegan-adegan intimnya. Tapi bukan berarti sensualitas itu harus diumbar sekian banyaknya dalam sebuah cerita. Ini novel romantis, atau novel (maaf) porno? Bahkan beberapa adegan cerita, menurut saya, agak terlalu dipercepat, deskripsinya melompat-lompat, lalu tiba-tiba saja mereka sudah berduaan dan terbakar hasrat (mungkin juga karena itu judul novel ini mengandung kata ‘hasrat’), seakan fokus utama cerita mereka adalah hasratnya, bukan naik turunnya konflik dalam cerita, bahkan konflik antara Maggie dan mantan suaminya menjadi konflik nomor sekian, tidak terlalu dibahas dan tidak terlalu mencekam. Saya sih lebih memilih adegan perebutan anak yang lebih seru – selera orang kan beda-beda! J

Yah.. tapi siapa tahu ada wanita-wanita dewasa di luar sana yang lebih menyukai harlequin karena adegan-adegan sensualnya, bukan ceritanya. Buku ini tidak saya rekomendasikan bagi pecinta novel romantis yang mementingkan isi novel.

Categories: Harlequin | Tags: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Runaway – Kabur

Judul : Runaway
Penulis : Meggin cabot
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 328 Halaman
Sinopsis :

Di mana kau akan bersembunyi, kalau orang-orang tahu siapa dirimu?

Em Watts kaget ketika Nikki Howard bilang dia menginginkan tubuhnya kembali; tubuh supermodel yang bukan lagi miliknya, tapi milik Em.

Sementara itu, selain menginginkan Nikki untuk menguak rahasia keji ayahnya, Brandon Start juga menginginkan Em.

Dan Christoper juga berniat memanfaatkan Em untuk menyakiti Brandon.. karena telah merebut Em dari sisinya, dan untuk menghancurkan Stark Enterprises.

Em sudah lelah. Lelah dimanfaatkan. Lelah dibohongi. Lelah diperintah siapa yang boleh dan tidak boleh dia cintai. Lelah pada kebohongan yang harus dia jalani.

Tapi ketika menemukan kebenaran tentang rahasia Nikki, Em tahu hanya ada satu orang yang bisa diandalkan.

Apakah Christopher bisa mengesampingkan perasaannya dan membantu Em mengungkapkan kejahatan Robert Stark pada dunia? Tapi memangnya adil melibatkan Christoper? Karena kalau cowok itu bersedia membantu, Stark Enterprises akan berusaha membuat mereka tewas, dan kali ini, untuk selamanya.

Mungkin lebih baik Em terus lari saja.

runaway_megcabotVoila!!! Akhirnya setelah membeli novel ini, saya bisa menyelesaikannya setelah beberapa minggu (masuk hitungan bulan malah), bukan karena novelnya terlalu berat / tebal, tapi karena saya yang masih belum memiliki waktu banyak untuk membaca atau bahkan me-review. Ya ampun, saya sampai me-review novel ini (yang merupakan trilogi akhir dari buku-buku sebelumnya) sebelum memberikan review novel sebelumnya (Airhead dan Being Nikki), masalah review itu akan saya lakukan nanti dan seepatnya^^

Oke, back to topic. Saya sudah menanti-nantikan novel ini sekian lamanya karena terlanjut jatuh cinta dengan novel yang sebelumnya. Saya sampai memiliki pemikiran untuk mengunduh saja versi bajakannya di internet sangking tidak sabarnya menunggu. Tapi akhirnya saya pikir-pikir lagi, saya memutuskan untuk dengan sabar menunggu novel terjemahannya terbit saja (soalnya mumet deh kalau mau baca novel versi Inggris di tengah kesibukan saya yang menggila akhir-akhir ini). Apakah kita melenceng lagi dari topik? Maklum, sudah lama saya tidak menulis untuk Anda^^

Oke, oke, kali ini beneran masuk ke topik sebenarnya. Runaway, apa yang harus saya katakan tentang novel ini? I LOVE MEG CABOT!!! Saya suka dengan alurnya yang santai dan sederhana, tapi inti ceritanya masih berbobot. Anda benar-benar harus membaca dari awal seri Nikki ini dan rasakan hipnotis dari novel ini merasuki Anda. di mana emosi Anda akan dipermainkan dengan membaca hal-hal yang tidak manusiawi, yaitu pencangkokan otak manusia. Bagaimana Nikki beradaptasi dengan jati dirinya yang baru (walau dia pada awalnya tidak suka, perlahan-lahan dia mulai terbiasa).

Pada buku ini diceritakan bagaimana Em menjalani kehidupannya yang ruwet selama di’culik’ oleh Brandon Stark di villanya. Sempat terjadi kecemburuan antara Brandon dan Christoper, tapi jangan berharap ada kisah menggigit dari cinta segitiga ini. Cerita juga terus bergulir dan semakin seru ketika Em dan kawan-kawannya berusaha mencari tahu kelemahan Stark Enterprise dan proyek berbahaya yang hendak mereka lakukan – yang membuat Nikki yang asli hendak dibunuh karena mengancam perusahaan.

Buku ini agaknya tidak cocok untuk dibaca kaum feminis, di mana kecantikan tidaklah penting bagi kaum wanita, karena dalam novel ini, Em berusaha mati-matian agar ibunya mau memuji sedikit saja bahwa dia dan adiknya ‘Cantik’. Selain itu, dalam novel ini juga dijelaskan untuk menjadi cantik harus memiliki dandanan yang tepat – teori yang pasti tidak bisa diterima para pejuang manapun, tapi akui saja, remaja cewek membutuhkannya. Daripada dandan menor yang tidak sesuai usia? Lebih baik dandan cantik yang simple tapi sesuai dengan usia masing-masing. Got the point?

Jika Anda mencari novel remaja yang romantis, saya rasa Anda tidak akan terlalu puas dengan novel ini. Novel ini bukannya tidak bagus, tapi tidak begitu romantis. Sisi seru dari novel ini adalah perjuangan Em dan kawan-kawannya untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Stark Enterprise. Yaaah.. memang ada sedikit tindakan heroik yang dilakukan Christoper untuk Em, tapi sisi romantisnya – sekali lagi – kurang ‘menggigit’.

So, saya tidak merekomendasikan novel ini untuk Anda yang menginginkan adanya gelombang-gelombang cinta. Tapi jika Anda menyukai petualangan yang seru dan bosan dengan kisah-kisah romantis, saya SANGAT merekomendasikan novel ini. Buruan^^ (baca dulu seri sebelumnya yah!)

Categories: Historical Romance, Teenlit, Teenlit - Terjemahan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Blog di WordPress.com.